
Avenza Maps: Pemetaan Offline
oleh Avenza Systems Inc.
4,2
- Keamanan
- 100% Safe
- Kategori
- Peta & Navigasi
- Rating
- 4,2
- Harga
- Free
- Unduh
- 5.00M
Aplikasi ini aman, tepercaya, gratis untuk dipasang, dan menawarkan unduhan cepat tanpa risiko atau malware.
Tangkapan Layar








Analisis oleh Getfullapps
Saya melihat Avenza Maps sebagai aplikasi peta yang paling masuk akal ketika perjalanan membawa saya menjauh dari jaringan seluler, bukan sebagai pengganti mutlak aplikasi navigasi harian. Fokusnya jelas: membantu saya membaca peta, mengikuti jalur, dan merekam posisi GPS saat hiking, menjelajah jalan setapak, atau berkendara off-road. Pengembangnya, Avenza Systems Inc., memang menempatkan aplikasi ini di ranah peta dan navigasi, tetapi pengalaman terbaiknya terasa lebih dekat dengan meja peta digital untuk kegiatan luar ruang daripada peta kota biasa.
Yang membuatnya menarik adalah pendekatan offline. Saya tidak harus terus mengandalkan koneksi ketika berada di area terpencil. Namun, manfaat itu baru terasa jika saya menyiapkan peta lebih dulu dan memahami cara kerjanya. Jadi, rekomendasi saya cukup tegas: aplikasi ini bagus untuk pendaki, penggemar jalur alam, dan pengguna off-road yang mau melakukan persiapan; untuk orang yang hanya ingin mencari restoran, memilih rute tercepat, atau mendapatkan petunjuk belokan otomatis di kota, ada pilihan yang lebih praktis.
Menguji cara kerja peta offline dalam penggunaan nyata
Saya ingin melihat bukan hanya apakah peta tetap terbuka tanpa jaringan, tetapi juga seberapa mudah saya memastikan area yang tersimpan benar-benar mencakup rute dan titik penting. Sebelum menilai kenyamanan navigasinya, saya akan menyoroti kebiasaan persiapan yang membuat penggunaan offline lebih dapat diandalkan.
Kekuatan utama ada pada kesiapan sebelum berangkat
Saya paling menghargai Avenza Maps ketika menggunakannya sebagai bagian dari ritual persiapan perjalanan. Sebelum berangkat, saya akan membuka area tujuan saat masih memiliki koneksi, memastikan peta yang dibutuhkan sudah tersedia, lalu memeriksa apakah jalur yang ingin saya ikuti terlihat jelas. Langkah ini terdengar sederhana, tetapi sangat penting. Peta offline bukan sesuatu yang sebaiknya baru dipikirkan setelah sinyal hilang di tengah perjalanan.
Begitu berada di luar jaringan, GPS pada ponsel tetap dapat membantu menunjukkan posisi saya di atas peta yang tersimpan. Di sinilah aplikasi ini berbeda dari peta umum yang biasanya terasa paling berguna saat terhubung dengan layanan online. Saya bisa melihat hubungan antara posisi, jalur, dan bentuk area sekitar tanpa harus menunggu halaman peta dimuat ulang. Untuk pendakian, kemampuan membaca konteks seperti ini sering lebih berguna daripada sekadar menerima instruksi belok kiri atau kanan.
Saya juga menyukai gagasan memisahkan fungsi pencarian dari fungsi navigasi. Di kota, saya biasanya mencari tujuan terlebih dahulu, lalu mengikuti rute yang dihitung otomatis. Di jalur alam, saya lebih sering membutuhkan gambaran besar: apakah saya masih berada di jalur yang benar, seberapa jauh saya menyimpang, dan apakah persimpangan di depan sesuai dengan rencana. Avenza Maps terasa dibuat untuk pola pikir kedua.
Bukan hanya untuk pendaki berpengalaman
Pendaki baru pun bisa mendapat manfaat, asalkan tidak menganggap titik posisi di layar sebagai pengganti pengetahuan dasar. Saya menyarankan pengguna memperbesar peta sebelum berangkat, mengenali persimpangan penting, dan menyimpan gambaran mental tentang arah perjalanan. Saat baterai mulai menurun atau layar sulit dibaca karena cahaya matahari, pemahaman itu menjadi cadangan yang berharga.
Artikel Berikutnya untuk Dijelajahi

Hill Climb Racing: Menjaga Keseimbangan di Ambang Terbalik

X (Sebelumnya Twitter): Kabar Terbentuk Langsung di Linimasa

Amazon Shopping Paling Berguna Saat Anda Tahu yang Dicari

Di 8 Ball Pool, Komunitas Terbentuk dari Tantangan dan Persaingan

Uber Mengatur Cara Kota Bergerak

Facebook Makin Menyatu dengan Ponsel, tetapi Tetap Menuntut Perhatian
Untuk perjalanan keluarga ke kawasan alam, aplikasi ini juga dapat membantu orang tua memantau apakah rombongan masih mengikuti rute yang direncanakan. Saya tidak akan menjadikannya satu-satunya alat keselamatan, tetapi melihat posisi sendiri secara offline dapat mengurangi kecemasan ketika jalur bercabang atau penanda fisik kurang jelas. Kuncinya tetap sama: peta harus disiapkan, bukan diunduh secara terburu-buru di lokasi.
Pelacakan GPS terasa lebih berguna bila dipakai sebagai catatan perjalanan
Fitur pelacakan GPS bukan hanya berguna untuk mengetahui posisi saat ini. Saya bisa memanfaatkannya untuk merekam jejak perjalanan, kemudian meninjau kembali bagian yang sudah dilewati. Ini membantu ketika saya ingin mengingat jalur yang nyaman, menemukan titik tempat saya sempat salah arah, atau membandingkan rencana dengan perjalanan sebenarnya.
Dalam praktiknya, saya akan memulai pelacakan ketika sudah berada di titik awal yang jelas, bukan sejak meninggalkan rumah. Cara itu membuat catatan lebih rapi dan menghindari jejak panjang yang tidak relevan. Saya juga tidak akan membiarkan layar menyala terus-menerus hanya untuk memeriksa posisi setiap beberapa detik. Lebih hemat dan lebih aman jika ponsel disimpan, lalu dibuka saat mendekati persimpangan atau ketika arah mulai meragukan.
Insight yang sering terlewat adalah bahwa aplikasi seperti ini paling efektif bila dipakai bersama kebiasaan navigasi, bukan untuk menggantikannya. Saya tetap akan membawa sumber daya cadangan yang sesuai dengan jenis perjalanan, terutama ketika rute panjang, cuaca berubah, atau akses untuk mengisi daya terbatas. Posisi GPS dapat membantu orientasi, tetapi tidak otomatis memberi tahu apakah jalur di depan aman, terbuka, atau sesuai kemampuan saya.
Pengalaman membaca peta berbeda dari aplikasi navigasi kota
Jika terbiasa dengan aplikasi yang menampilkan kartu instruksi besar dan suara pemandu, antarmuka Avenza Maps mungkin terasa lebih tenang sekaligus lebih menuntut. Saya perlu memperhatikan simbol, garis jalur, arah, dan posisi saya sendiri. Bagi saya, ini justru kelebihan saat berada di alam karena saya dapat melihat keseluruhan area, bukan hanya potongan rute yang dipilih sistem.
Namun, pengguna yang menginginkan pengalaman serba otomatis mungkin akan merasa kurang nyaman. Aplikasi ini tidak menghilangkan kebutuhan untuk membaca peta. Saya harus memahami apa yang sedang dilihat dan membuat keputusan sendiri ketika jalur bercabang. Itu bukan kelemahan mutlak, tetapi merupakan perbedaan penting dibanding aplikasi navigasi umum yang lebih banyak mengarahkan langkah demi langkah.
Alur kerja yang saya sarankan sebelum perjalanan
Saya biasanya memulai dengan menentukan jenis perjalanan. Untuk hiking, saya mencari peta yang memperlihatkan jalur dan konteks medan yang relevan. Untuk off-road, saya lebih berhati-hati memeriksa apakah peta yang dipilih benar-benar cocok dengan area dan jenis kendaraan. Setelah peta tersedia, saya memeriksa kembali titik awal, tujuan, persimpangan, serta jalur pulang.
Siapkan peta ketika koneksi masih stabil, lalu buka kembali untuk memastikan peta dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Periksa posisi awal dan kenali beberapa ciri penting di sepanjang rute, bukan hanya titik akhir.
Mulai pelacakan GPS dari lokasi yang mudah dikenali agar catatan perjalanan tidak bercampur dengan perjalanan menuju lokasi.
Atur kebiasaan pemeriksaan layar secara berkala, bukan terus-menerus, untuk menghemat baterai dan menjaga perhatian pada lingkungan.
Gunakan jejak yang direkam sebagai bahan evaluasi setelah perjalanan, terutama jika ada bagian yang membuat saya ragu.
Urutan ini membuat aplikasi lebih berguna daripada sekadar memasangnya lalu berharap semuanya berjalan otomatis. Bagi saya, nilai terbesar Avenza Maps muncul dari kombinasi peta yang tepat, persiapan yang disiplin, dan kemampuan membaca situasi.
Hal yang perlu dipahami tentang peta dan pembelian
Avenza Maps tersedia gratis, sehingga saya dapat mencoba alur dasarnya tanpa langsung mengeluarkan biaya. Di dalam aplikasi terdapat pembelian dengan rentang harga mulai sekitar sebelas ribu rupiah hingga hampir empat juta rupiah per item. Rentang ini cukup lebar, jadi saya akan membaca keterangan setiap peta atau item dengan teliti sebelum membeli, terutama jika kebutuhan saya hanya perjalanan sesekali.
Saya tidak menganggap semua pengguna perlu membeli sesuatu. Untuk perjalanan sederhana, pilihan yang tersedia tanpa biaya mungkin sudah cukup, sementara pengguna yang membutuhkan peta khusus atau cakupan tertentu dapat mempertimbangkan pembelian. Trade-off-nya jelas: semakin spesifik kebutuhan peta, semakin penting memastikan isi, wilayah, dan kegunaannya benar-benar sesuai sebelum pembayaran dilakukan.
Saya juga menyarankan agar calon pengguna tidak memilih peta hanya berdasarkan nama wilayah. Dua peta untuk area yang sama bisa memiliki tingkat detail, gaya tampilan, atau kegunaan yang berbeda. Untuk hiking, detail jalur dan orientasi mungkin lebih penting. Untuk off-road, saya akan lebih memperhatikan apakah peta membantu memahami akses dan hubungan antarjalur. Pemilihan peta yang keliru dapat membuat aplikasi terasa buruk, padahal masalahnya ada pada bahan peta yang digunakan.
Keterbatasan yang terasa dalam penggunaan sehari-hari
Kelemahan paling nyata adalah kebutuhan untuk merencanakan lebih awal. Aplikasi ini tidak banyak membantu jika saya baru teringat mengunduh peta setelah berada di lembah tanpa sinyal. Bahkan ketika peta sudah tersedia, saya tetap harus memahami cara menemukan area yang relevan dan memastikan tampilannya cukup jelas sebelum perjalanan dimulai.
Ketergantungan pada layar ponsel juga membawa masalah praktis. Layar kecil membuat peta yang padat lebih sulit dibaca, terutama ketika saya memakai sarung tangan, berada di bawah terik matahari, atau sedang bergerak. Memperbesar dan menggeser peta berulang kali dapat mengganggu ritme perjalanan. Karena itu, saya lebih suka berhenti di tempat aman untuk memeriksa arah daripada berjalan sambil terus menatap layar.
Pelacakan GPS juga bukan jaminan bahwa posisi selalu sempurna. Di area dengan kondisi lingkungan yang menyulitkan penerimaan sinyal, titik posisi dapat terasa kurang meyakinkan. Saya tidak akan langsung mengubah arah hanya karena satu pembacaan tampak aneh. Saya akan membandingkan posisi dengan bentuk jalur, arah perjalanan, dan ciri sekitar. Kebiasaan ini penting karena aplikasi peta tidak dapat menggantikan penilaian lapangan.
Untuk navigasi perkotaan, saya merasa aplikasi lain biasanya lebih efisien. Ketika saya ingin mencari toko, melihat kondisi lalu lintas, atau mendapatkan rute kendaraan yang praktis, kekuatan Avenza Maps tidak berada di sana. Fokusnya pada peta offline dan aktivitas luar ruang membuatnya terasa lebih khusus. Saya justru akan kecewa jika mengharapkannya bekerja seperti aplikasi peta kota serba lengkap.
Siapa yang paling cocok menggunakannya?
Menurut saya, pengguna terbaiknya adalah orang yang sering melakukan hiking, menjelajah jalur setapak, melakukan perjalanan off-road, atau bepergian ke tempat dengan koneksi tidak konsisten. Aplikasi ini juga cocok untuk pengguna yang senang meninjau kembali rute dan ingin memiliki catatan jejak GPS dari perjalanan mereka.
Pengguna yang suka mengatur perjalanan secara mandiri akan merasa lebih puas karena aplikasi tidak terlalu banyak mengambil alih keputusan. Saya dapat memilih peta, memeriksa posisi, dan menilai arah berdasarkan konteks yang terlihat. Ini cocok bagi saya ketika tujuan utama bukan sekadar tiba secepat mungkin, melainkan memahami area yang sedang dijelajahi.
Sebaliknya, saya tidak akan menjadikannya pilihan pertama untuk pengemudi harian, komuter, atau siapa pun yang menginginkan navigasi belokan demi belokan dengan usaha minimal. Pemula yang tidak mau menyiapkan peta sebelum berangkat juga mungkin merasa aplikasi ini merepotkan. Jika kebutuhan utama hanya menemukan alamat dan mengikuti rute kota, aplikasi navigasi umum akan terasa lebih langsung.
Membayangkan pemakaian dalam satu hari perjalanan
Misalnya, saya merencanakan jalan kaki di kawasan yang belum saya kenal. Malam sebelumnya, saya menyiapkan peta saat masih terhubung ke internet, lalu meninjau titik awal, cabang jalur, dan kemungkinan arah pulang. Ketika tiba, saya mencocokkan posisi dengan penanda yang terlihat dan baru memulai rekaman jejak setelah mencapai awal rute. Jika di persimpangan saya bimbang, saya berhenti, memperbesar peta, lalu membandingkan jalur dengan keadaan sekitar, alih-alih terus berjalan sambil melihat layar.
Skenario ini juga menunjukkan batas yang perlu diterima: aplikasi membantu saya menjawab “di mana saya?” dan “jalur mana yang sudah saya lewati?”, tetapi keputusan untuk berbalik atau melanjutkan tetap milik saya. Bila cuaca memburuk atau kondisi rombongan berubah, jejak yang sudah terekam bukan alasan untuk memaksakan rencana. Saya menganggap peta digital sebagai alat bantu keputusan, bukan izin untuk mengambil risiko lebih besar.
Memilih antara peta khusus dan navigasi serba guna
Perbandingan yang adil bukan soal aplikasi mana yang terbaik untuk semua orang, melainkan jenis pekerjaan apa yang ingin saya serahkan kepadanya. Aplikasi peta kota biasanya lebih cocok untuk mencari tempat, mengatur perjalanan sehari-hari, dan mengikuti arahan yang otomatis. Avenza Maps lebih tepat saat saya ingin membaca peta yang sudah dipilih untuk suatu area, tetap melihat posisi ketika tidak ada jaringan, dan menilai jalur dengan konteks yang lebih luas.
Untuk pengguna yang sesekali bepergian ke alam, memakai dua pendekatan secara berdampingan bisa lebih masuk akal daripada memaksa satu aplikasi menangani semuanya. Saya dapat memakai aplikasi umum untuk menuju kawasan tujuan, lalu mengandalkan peta yang telah disiapkan untuk orientasi di jalur. Begitu pula, jika saya lebih nyaman dengan petunjuk suara daripada membaca simbol dan kontur peta, pilihan navigasi lain kemungkinan terasa lebih ramah, meskipun tidak memenuhi kebutuhan yang sama di area tanpa koneksi.
Trade-off praktisnya adalah waktu belajar. Pada awalnya, saya perlu membiasakan diri memeriksa peta dan memahami tanda-tandanya, bukan sekadar mengikuti garis rute yang otomatis dihitung. Setelah itu, kebiasaan membaca area dapat membantu saya melihat pilihan jalur dan persimpangan secara lebih utuh. Namun, bagi orang yang hanya ingin segera sampai tujuan tanpa mengurus persiapan peta, investasi perhatian tersebut mungkin tidak sepadan.
Persiapan kecil yang mengurangi kejutan
Sebelum perjalanan pertama, saya akan melakukan uji singkat di tempat yang aman dan mudah dikenali. Saya bisa membuka peta yang sudah disimpan, melihat apakah area yang dibutuhkan tercakup, dan mencoba memahami bagaimana posisi saya ditampilkan. Uji seperti ini bukan pengganti persiapan rute, tetapi membantu memisahkan masalah penggunaan dari masalah yang mungkin muncul ketika sudah berada jauh dari bantuan.
Saya juga akan menjaga rencana tetap sederhana: tentukan titik pemeriksaan yang mudah dikenali, sepakati dengan rombongan kapan harus berhenti untuk orientasi, dan jangan menunggu sampai benar-benar tersesat untuk membuka peta. Jika memakai ponsel sebagai alat navigasi, saya akan mengelola pemakaian layar dengan bijak dan membawa perlengkapan daya yang sesuai. Cara ini membuat manfaat offline terasa tanpa membuat saya bergantung pada satu perangkat.
Kompatibilitas, usia, dan kesan penggunaan
Aplikasi ini ditujukan untuk perangkat dengan sistem operasi minimal versi 10, sehingga saya akan memeriksa versi perangkat sebelum mengandalkannya untuk perjalanan penting. Persyaratan seperti ini terlihat kecil, tetapi bisa menjadi masalah jika ponsel lama hanya dipakai sebagai perangkat cadangan. Saya lebih suka memastikan aplikasi dapat dipasang dan dibuka jauh sebelum hari keberangkatan.
Dengan rating usia 3+, aplikasinya dapat digunakan dalam konteks keluarga, meski keputusan membawa anak ke jalur tertentu tetap harus disesuaikan dengan kondisi perjalanan. Rating usia tidak mengubah kebutuhan orang dewasa untuk mengawasi rute, cuaca, baterai, dan keselamatan. Aplikasi ini membantu orientasi, bukan menentukan apakah sebuah perjalanan layak dilakukan.
Versi yang tercantum saat ini adalah 5.7. Bagi saya, hal yang lebih penting daripada angka versinya adalah memastikan aplikasi dan peta sudah diuji dalam kondisi yang mirip dengan perjalanan sebenarnya. Saya tidak ingin menjadikan hari pertama penggunaan sebagai eksperimen di lokasi terpencil.
Penilaian akhir saya
Avenza Maps berhasil karena ia memahami kebutuhan yang sering diabaikan oleh peta online: saya tetap memerlukan orientasi ketika jaringan tidak dapat diandalkan. Dukungan untuk peta offline, posisi GPS, dan pelacakan jejak membuatnya berguna untuk hiking, jalan setapak, serta off-road. Setelah digunakan dengan persiapan yang benar, aplikasi ini memberi rasa kontrol yang lebih baik daripada sekadar berharap sinyal tetap tersedia.
Di sisi lain, kekuatannya datang bersama tanggung jawab pengguna. Saya harus memilih peta dengan cermat, menyiapkan area sebelum berangkat, membaca tampilan secara mandiri, dan tidak menganggap titik GPS sebagai kebenaran tunggal. Proses itu mungkin terasa lebih rumit dibanding aplikasi peta harian, tetapi justru sesuai untuk perjalanan yang tidak bisa disederhanakan menjadi instruksi belokan.
Aplikasi ini telah tersedia sejak 19 September 2013 dan kini memiliki lebih dari lima juta pemasangan, dengan rata-rata penilaian sekitar 4,2 dari lebih dari seratus ribu penilaian. Angka tersebut memberi gambaran bahwa banyak pengguna menemukan manfaat di dalamnya, tetapi pengalaman saya tetap bergantung pada kecocokan kebutuhan: ini adalah alat navigasi luar ruang yang perlu dipersiapkan, bukan peta kota otomatis.
Kesimpulan saya: pilih Avenza Maps jika Anda ingin membawa peta offline dan memantau jejak GPS dengan kendali lebih besar saat berada di luar jaringan. Saya akan merekomendasikannya kepada pendaki dan penjelajah yang mau belajar membaca peta. Untuk penggunaan kota yang spontan dan serba otomatis, saya akan memilih aplikasi lain; tetapi untuk perjalanan alam yang menuntut kesiapan, aplikasi ini layak menjadi bagian penting dari perlengkapan digital saya.
Kelebihan
- Peta tetap bisa digunakan tanpa koneksi internet setelah diunduh.
- Mendukung impor titik, rute, dan trek GPS dari berbagai format.
- Pelacakan lokasi cukup akurat dengan dukungan koordinat dan kompas.
- Cocok untuk hiking, survei lapangan, perjalanan, dan aktivitas luar ruang.
- Dapat menambahkan foto, catatan, serta penanda langsung di atas peta.
Kekurangan
- Sebagian besar peta premium dan fitur lanjutan memerlukan pembelian.
- Ukuran file peta besar dapat cepat memenuhi ruang penyimpanan perangkat.
- Antarmuka terasa cukup rumit bagi pengguna yang baru mengenal pemetaan.
- Penggunaan GPS terus-menerus dapat menguras baterai dengan cepat.
- Kualitas dan detail peta berbeda-beda tergantung sumber pembuatnya.
FAQ untuk Avenza Maps: Pemetaan Offline
Apa itu Avenza Maps: Pemetaan Offline dan untuk siapa aplikasi ini cocok digunakan?
Avenza Maps adalah aplikasi navigasi dan pemetaan offline yang memungkinkan pengguna membuka peta digital, melihat posisi melalui GPS, menandai lokasi, serta merekam jalur perjalanan tanpa harus selalu terhubung ke internet. Aplikasi ini cocok untuk pendaki, pelancong, surveyor, pekerja lapangan, penggemar berkemah, hingga pengguna yang sering berada di area dengan sinyal seluler terbatas.
Apakah Avenza Maps dapat digunakan tanpa koneksi internet?
Ya, salah satu keunggulan utama Avenza Maps adalah kemampuannya bekerja secara offline. Pengguna perlu mengunduh atau mengimpor peta terlebih dahulu ketika masih memiliki koneksi internet. Setelah tersimpan di perangkat, peta tersebut dapat dibuka dan digunakan bersama GPS, meskipun tidak tersedia jaringan seluler. Namun, fitur tertentu seperti mengunduh peta baru atau menyinkronkan data tetap memerlukan internet.
Bagaimana cara mendapatkan dan menggunakan peta di Avenza Maps?
Peta dapat diperoleh melalui toko peta Avenza, sumber peta yang kompatibel, atau dengan mengimpor file peta seperti PDF dan format geospasial tertentu, tergantung dukungan perangkat serta versi aplikasi. Setelah peta tersimpan, pengguna bisa membukanya dari koleksi, memperbesar area tertentu, mencari lokasi, menambahkan penanda, dan menggunakan GPS untuk melihat posisi di atas peta. Pastikan peta memiliki informasi georeferensi agar pelacakan lokasi berjalan akurat.
Apakah Avenza Maps gratis atau memerlukan pembayaran?
Avenza Maps menyediakan penggunaan dasar yang dapat dicoba secara gratis, tetapi beberapa peta, fitur profesional, atau kebutuhan penggunaan komersial mungkin memerlukan pembelian atau langganan. Ketersediaan fitur dapat berbeda antara pengguna pribadi, organisasi, dan profesional. Sebelum mengunduh peta atau berlangganan, sebaiknya periksa rincian harga, batas penggunaan, serta ketentuan layanan yang ditampilkan di aplikasi agar sesuai dengan kebutuhan Anda.
Seberapa akurat GPS dan apa saja keterbatasan Avenza Maps saat digunakan di lapangan?
Akurasi Avenza Maps sangat bergantung pada kemampuan GPS perangkat, kualitas peta, kondisi cuaca, lingkungan sekitar, serta adanya penghalang seperti gedung tinggi, lembah, atau pepohonan lebat. Aplikasi ini membantu membaca posisi dan merekam perjalanan, tetapi bukan pengganti alat navigasi khusus dalam situasi berisiko. Sebaiknya unduh peta sebelum berangkat, isi daya perangkat, bawa sumber daya cadangan, dan gunakan kompas atau peta fisik sebagai cadangan.
Baca tentang Avenza Maps: Pemetaan Offline dalam Bahasa Anda
Avenza Maps: Pemetaan Offline
Situs ini menyediakan informasi independen tentang aplikasi pihak ketiga dan tidak berafiliasi dengan, atau dimiliki, dikembangkan, maupun didistribusikan oleh, pemilik atau pengembang aplikasi apa pun yang ditampilkan di sini. Nama aplikasi, logo, dan merek dagang adalah milik masing-masing pemiliknya. Detail developer disediakan sebagai referensi; silakan hubungi developer secara langsung melalui support@avenza.com, kunjungi https://store.avenza.com/, atau baca https://www.avenzamaps.com/legal/privacy-policy.html mereka.













